"Ojek Online", Distruption terbesar di Indonesia?
Dalam hal ini, kita harus tahu dulu apa itu distruption. Distruption merupakan singkatan dari distruptive dan inovation. Istilah distruption muncul karena terjadinya pergeseran dari era analog ke era digital dengan berbagai macam inovasi nya yang membuat banyak hal menjadi mudah dan praktis. Contohnya, dibanding menggunakan angkutan konvensional kini "ojek online" menjadi pilihan utama masyarakat di kota - kota besar karena kemudahan dalam memesan serta berbagai promo yang mereka keluarkan.

Distruptive? dalam bahasa Indonesia kata ini memiliki arti 'mengganggu', ya karena seringkali distruption mengubah persaingan dalam bisnis. Seperti contoh yang telah penulis sebutkan diatas "ojek online" kini sangat digandrungi masyarakat di kota - kota besar karena banyaknya inovasi yang mereka keluarkan bukan hanya sebagai model transportasi. Pertama, "ojek online" telah mengalahkan sebagian besar kendaraan umum konvesional seperti taksi, angkot, dll. Kedua, "ojek online" tidak hanya bisa digunakan untuk mengirim manusia, tetapi juga barang sehingga banyak usaha - usaha yang mengandalkan "ojek online" untuk mengirim pesanan. Ketiga, dengan maraknya penggunaan "ojek online" banyak model pembayaran digital yang melakukan kerjasama yang menyebabkan banyaknya promo yang ditawarkan dengan harga yang bisa dianggap tidak masuk akal. Hal - hal tersebut yang menyebabkan tidak hanya angkutan konvensional yang penghasilannya menurun tetapi bisnis yang lahannya terambil oleh "ojek online" ini turut merasakan dampaknya. Apakah usaha - usaha konvensional ini melakukan kesalahan? Tidak, namun inovasi yang ada di era digital ini tidak dapat ditolak sehingga mereka harus melakukan adjusment terhadap perkembangan teknologi yang ada.
Dari perspektif pelaku industri, Nadiem Anwar Makarim, CEO Go-Jek, salah satu perusahaan "ojek online" di Indonesia juga beranggapan bahwa inovasi disrupsi, terutama dari sektor teknologi tersebut memang tak bisa ditampik. Baginya sendiri, disrupsi adalah perubahan bentuk bisnis, hasil teknologi, yang menciptakan kesempatan lebih baik.
Dengan perspektif itu, Nadiem melihat perubahan-perubahan bentuk bisnis baru harus disambut baik. “Contohnya kan driver online, totalnya sekarang sudah 1 juta. Lebih banyak dari drivers traditional. Artinya kan membuka lapangan pekerjaan lebih besar. Bukan cuma Go-Jek, tapi perusahaan lain mesti kita encourage supaya buka peluang lebih banyak lagi,” ungkap Nadiem.
Salam, Penulis.
Distruptive? dalam bahasa Indonesia kata ini memiliki arti 'mengganggu', ya karena seringkali distruption mengubah persaingan dalam bisnis. Seperti contoh yang telah penulis sebutkan diatas "ojek online" kini sangat digandrungi masyarakat di kota - kota besar karena banyaknya inovasi yang mereka keluarkan bukan hanya sebagai model transportasi. Pertama, "ojek online" telah mengalahkan sebagian besar kendaraan umum konvesional seperti taksi, angkot, dll. Kedua, "ojek online" tidak hanya bisa digunakan untuk mengirim manusia, tetapi juga barang sehingga banyak usaha - usaha yang mengandalkan "ojek online" untuk mengirim pesanan. Ketiga, dengan maraknya penggunaan "ojek online" banyak model pembayaran digital yang melakukan kerjasama yang menyebabkan banyaknya promo yang ditawarkan dengan harga yang bisa dianggap tidak masuk akal. Hal - hal tersebut yang menyebabkan tidak hanya angkutan konvensional yang penghasilannya menurun tetapi bisnis yang lahannya terambil oleh "ojek online" ini turut merasakan dampaknya. Apakah usaha - usaha konvensional ini melakukan kesalahan? Tidak, namun inovasi yang ada di era digital ini tidak dapat ditolak sehingga mereka harus melakukan adjusment terhadap perkembangan teknologi yang ada.
Dari perspektif pelaku industri, Nadiem Anwar Makarim, CEO Go-Jek, salah satu perusahaan "ojek online" di Indonesia juga beranggapan bahwa inovasi disrupsi, terutama dari sektor teknologi tersebut memang tak bisa ditampik. Baginya sendiri, disrupsi adalah perubahan bentuk bisnis, hasil teknologi, yang menciptakan kesempatan lebih baik.
Dengan perspektif itu, Nadiem melihat perubahan-perubahan bentuk bisnis baru harus disambut baik. “Contohnya kan driver online, totalnya sekarang sudah 1 juta. Lebih banyak dari drivers traditional. Artinya kan membuka lapangan pekerjaan lebih besar. Bukan cuma Go-Jek, tapi perusahaan lain mesti kita encourage supaya buka peluang lebih banyak lagi,” ungkap Nadiem.
Salam, Penulis.
Komentar
Posting Komentar